Skip to content
Selasa 30 Juni 2026

Sukabumi Mubarokah Tak Akan Terwujud Tanpa Sekolah Bebas Korupsi, Bebas Narkoba, dan Pokja BSAN yang Kompeten serta Berintegritas, Bukan Hanya Sekadar Loyalitas

Fokus Rakyat Bicara Juni 27, 2026

Sukabumi || FOKUSRAKYATBICARA.COM  – Upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang bebas korupsi dan narkoba dinilai harus dimulai dari lingkungan sekolah melalui penguatan pendidikan karakter. Namun, keberhasilan program tersebut juga bergantung pada keberadaan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan memiliki pengalaman di bidang pendidikan.

Hal itu disampaikan Ketua Perkumpulan Persatuan Orang Tua Peserta Didik Seluruh Sukabumi (POPDIKSI), Ujang Suherman, S.Pd., saat diwawancarai di Sekretariat POPDIKSI, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (27/6/2026).

Ujang mengapresiasi hadirnya Panduan Pendidikan Antikorupsi hasil kolaborasi Kementerian bersama KPK serta Buku Pedoman Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) hasil kerja sama Kementerian dengan BNN. Menurutnya, kedua program tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang berkarakter, jujur, dan memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkoba.

«”Sukabumi Mubarokah bukan hanya slogan. Mubarokah akan terwujud ketika angka korupsi semakin kecil, narkoba hilang dari lingkungan masyarakat, dan kualitas pendidikan semakin maju. Generasi muda harus diselamatkan melalui pendidikan karakter sejak dini,” ujar Ujang.»

Di sisi lain, Ujang mengkritisi pembentukan Pokja BSAN yang dinilainya perlu melibatkan unsur praktisi pendidikan, organisasi orang tua peserta didik, akademisi, psikolog, pemerhati pendidikan, serta tokoh masyarakat, bukan hanya unsur yang terintegrasi dalam birokrasi.

Menurutnya, pelibatan berbagai unsur tersebut penting agar Pokja BSAN memiliki kapasitas, independensi, dan perspektif yang lebih luas dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.

«”Kalau hanya mengedepankan loyalitas birokrasi tanpa mempertimbangkan kompetensi dan integritas, dikhawatirkan Pokja BSAN hanya menjadi pelengkap administrasi dan seremoni. Yang dibutuhkan adalah tim yang mampu bekerja, melakukan pencegahan, pendampingan, dan penyelesaian persoalan nyata di satuan pendidikan,” katanya.»

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak mengulangi berbagai kelemahan yang pernah menjadi sorotan dalam pelaksanaan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.

«”Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama. Pokja BSAN harus dibangun dengan semangat profesionalisme, akuntabilitas, dan kolaborasi. Jangan dibentuk sekadar memenuhi administrasi, tetapi benar-benar mampu menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan berpihak kepada peserta didik,” tegasnya.»

Ujang berharap implementasi pendidikan antikorupsi, pendidikan antinarkoba, dan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman berjalan secara terpadu melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang bebas korupsi, bebas narkoba, serta melahirkan generasi yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

Publikasi  : Redaksi

Editor  : Admin

Share: